Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875
Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875


Candimulyo – Gelar Karya Proyek Kolaboratif Agro-Inovasi 2026 menjadi puncak rangkaian pembelajaran berbasis proyek yang telah dilaksanakan siswa SMAN 1 Candimulyo selama sepekan terakhir. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah pada Selasa (9/6/2026) tersebut menampilkan berbagai produk inovatif hasil karya siswa yang dikembangkan dari potensi lokal di lingkungan sekitar.
Sejak pukul 07.00 WIB, suasana halaman sekolah tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 64 kelompok peserta didik mulai menata dan menghias stan yang telah disediakan. Berbagai dekorasi kreatif dipasang untuk mempercantik tampilan stan sekaligus menarik perhatian pengunjung. Semangat kolaborasi terlihat ketika setiap anggota kelompok bekerja sama menata produk, poster, hingga identitas usaha yang mereka kembangkan.

Halaman sekolah pun berubah menjadi ruang pameran edukatif yang dipenuhi beragam karya inovatif siswa. Berbagai produk hasil olahan berbasis potensi lokal ditampilkan dengan kemasan dan konsep promosi yang menarik. Tidak hanya menonjolkan kreativitas dalam mengolah bahan baku, setiap kelompok juga menunjukkan kemampuan mereka dalam membangun identitas produk dan strategi pemasaran sederhana.

Setelah proses penataan selesai, berbagai produk inovatif mulai dipajang di masing-masing stan. Beragam olahan pangan berbasis potensi lokal menjadi daya tarik utama pameran, mulai dari olahan ubi ungu, pisang, kelapa muda, hingga berbagai produk kreatif lainnya yang dikembangkan melalui proses investigasi, perencanaan, dan produksi selama kegiatan Agro-Inovasi berlangsung.

Kegiatan pameran tidak hanya menjadi ajang menampilkan hasil karya, tetapi juga sarana bagi siswa untuk melatih kemampuan komunikasi dan kewirausahaan. Para peserta menjelaskan keunggulan produknya kepada pengunjung, mempresentasikan proses pembuatan, serta menerima berbagai masukan yang dapat digunakan untuk pengembangan produk di masa mendatang.
Selain pameran produk, kegiatan Gelar Karya juga menghadirkan sesi talk show yang menjadi salah satu agenda utama. Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan dari Ketua Panitia Hanif Faizi, S.Pd.I. dan Kepala SMAN 1 Candimulyo, Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Candimulyo, Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik, guru, dan panitia yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan Proyek Kolaboratif Agro-Inovasi 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian dalam mengubah ide menjadi karya yang bernilai.
“Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar memahami materi pelajaran, tetapi juga belajar mengenali potensi lingkungan sekitar, bekerja sama dalam tim, serta mengembangkan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk terus berkarya dan menghadapi tantangan di masa depan,” ungkapnya.

Sesi talk show menghadirkan narasumber dari dunia industri dan sertifikasi halal yang memberikan wawasan berharga kepada peserta didik mengenai pengembangan produk dan kewirausahaan.
Narasumber pertama, Ati Najiyah, Auditor Halal dari LPH Zamzani, memberikan pemahaman mengenai pentingnya sertifikasi halal dalam pengembangan produk. Ia menjelaskan berbagai regulasi serta tahapan sertifikasi yang perlu diketahui pelaku usaha agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan semakin dipercaya masyarakat.
“Sertifikasi halal bukan hanya menjadi jaminan bagi konsumen, tetapi juga menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal,” tuturnya.

Pada sesi berikutnya, Ella Rizki Farihatul, CEO PT Nira Lestari International, berbagi pengalaman mengenai perjalanan usahanya yang dirintis dari nol hingga berkembang seperti saat ini. Melalui kisah inspiratif tersebut, siswa diajak memahami bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan keberanian menghadapi berbagai tantangan.
Ella juga menekankan pentingnya semangat juang dan inovasi bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan di era modern. Menurutnya, peserta didik memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku usaha masa depan apabila mampu mengembangkan kreativitas dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
“Produk lokal memiliki potensi yang besar menjadi produk unggulan apabila didukung inovasi, kualitas yang terjaga, serta strategi pemasaran yang tepat,” jelasnya.

Melalui sesi talk show ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pentingnya sertifikasi halal dan pengembangan usaha, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk terus berinovasi serta berani mewujudkan gagasan menjadi produk yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara peserta didik mengikuti sesi talk show, guru-guru yang bertugas sebagai tim penilai berkeliling mengunjungi setiap stan untuk melakukan penilaian. Aspek yang dinilai meliputi kreativitas produk, inovasi, kemasan, penyajian, kemampuan presentasi, hingga estetika stan. Penilaian ini menjadi bagian penting dalam memberikan apresiasi terhadap proses belajar dan kerja keras yang telah dilakukan siswa selama proyek berlangsung.

Produk yang dipamerkan pada Gelar Karya ini merupakan hasil dari rangkaian proses yang telah dilalui peserta didik, mulai dari identifikasi potensi lokal, investigasi lapangan, wawancara dengan narasumber, penyusunan proposal, hingga tahap produksi yang dilaksanakan secara berkelompok.

Gelar Karya Agro-Inovasi 2026 menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta jiwa kewirausahaan peserta didik. Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Proyek Kolaboratif Agro-Inovasi 2026 yang telah membawa siswa melalui proses belajar mulai dari identifikasi potensi lokal, investigasi lapangan, penyusunan proposal, produksi, hingga pameran hasil karya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya menghasilkan produk inovatif, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam mengembangkan ide, bekerja sama, berkomunikasi, dan menghadapi tantangan dalam proses berkarya. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka untuk terus berinovasi dan berkontribusi di masa depan.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, siswa bersama-sama mengemasi stan dan melakukan kerja bakti membersihkan area kegiatan sebelum ditutup dengan doa bersama sebagai penanda berakhirnya Proyek Kolaboratif Agro-Inovasi 2026.
📸 Dokumentasi Lengkap Gelar Karya Agro-Inovasi 2026