Membangun Karakter, Menjaga Diri, dan Peduli Lingkungan: Hari Keempat MPLS Ramah Bekali Murid dengan Nilai-Nilai Kehidupan

Candimulyo – Memasuki hari keempat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, para calon murid baru SMA Negeri 1 Candimulyo semakin menunjukkan semangat, kemandirian, dan kebersamaan. Setelah mengenal lingkungan sekolah, budaya positif, serta berbagai potensi yang dimiliki pada hari-hari sebelumnya, kali ini para murid diajak memperkuat karakter melalui kepedulian terhadap lingkungan, pentingnya menjaga kesehatan, serta membangun kesadaran untuk menjauhi berbagai perilaku berisiko.

Sejak pagi, bapak dan ibu guru kembali menyambut kedatangan para calon murid di depan gerbang sekolah dengan senyum, sapaan hangat, dan jabat tangan penuh keramahan. Sambutan tersebut menjadi budaya positif yang terus dibangun SMA Negeri 1 Candimulyo sebagai wujud terciptanya lingkungan belajar yang ramah, aman, nyaman, dan menyenangkan. Suasana hangat tersebut menjadi awal yang menyenangkan sebelum para murid mengikuti berbagai kegiatan yang sarat akan nilai karakter, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi yang diikuti oleh seluruh peserta MPLS, panitia dari OSIS dan MPK, serta bapak dan ibu guru pendamping. Melalui apel pagi, para murid kembali diingatkan untuk menjaga kedisiplinan, semangat belajar, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab. Semangat kebersamaan yang telah terbangun sejak hari pertama kembali terasa ketika seluruh peserta mengikuti apel dengan tertib dan penuh antusias.

Usai apel pagi, para murid menuju ruang kegiatan masing-masing sesuai dengan gugus yang telah ditentukan untuk mengikuti materi Pengenalan Delapan Dimensi Profil Lulusan. Pada sesi ini, para murid diperkenalkan dengan kompetensi dan karakter yang diharapkan dimiliki oleh lulusan SMA, meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, serta kemampuan berkomunikasi. Melalui materi ini, para murid diajak memahami bahwa keberhasilan belajar tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter dan kompetensi yang dimiliki sebagai bekal menghadapi masa depan. Materi ini menjadi bekal awal bagi para murid untuk memahami arah pembelajaran di sekolah sekaligus profil lulusan yang diharapkan dapat diwujudkan selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Candimulyo.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) melalui aksi bersih-bersih lingkungan sekolah. Seluruh peserta dibagi sesuai gugus untuk membersihkan area yang telah ditentukan. Dengan membawa sapu, pengki, dan berbagai peralatan kebersihan lainnya, para murid tampak antusias bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Semangat gotong royong terlihat ketika mereka saling membantu menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Selain menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kerja sama, serta rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah sebagai rumah kedua bagi seluruh warga SMAN 1 Candimulyo.

Sesi berikutnya diisi dengan materi Bahaya NAPZA yang disampaikan oleh narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Untuk memudahkan penyampaian materi, peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu murid putra di masjid dan murid putri di Laboratorium Kimia. Dalam sesi ini, para murid memperoleh pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya beserta dampak buruknya terhadap kesehatan, masa depan, serta kehidupan sosial. Narasumber juga mengajak para murid untuk berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan NAPZA serta membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan positif. Melalui sesi ini, diharapkan para murid memiliki keberanian untuk menjaga diri dari pengaruh negatif serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Setelah waktu istirahat, kegiatan berlanjut dengan materi Kesehatan Remaja yang disampaikan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas. Kegiatan kembali dilaksanakan secara terpisah antara murid putra dan putri. Pada sesi ini, para murid memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan diri, serta memahami perubahan yang terjadi pada masa remaja. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para murid untuk menerapkan gaya hidup sehat sebagai penunjang keberhasilan belajar dan tumbuh kembang yang optimal.

Selepas Ishoma, suasana kembali semarak melalui kegiatan Unjuk Karya Murid yang dilaksanakan di lapangan sekolah. Setiap gugus menampilkan kreativitas terbaiknya melalui berbagai pertunjukan yang telah dipersiapkan. Beragam penampilan kreatif berhasil memukau seluruh peserta. Mulai dari yel-yel, pertunjukan seni, hingga berbagai kreasi lainnya ditampilkan dengan penuh percaya diri. Tepuk tangan dan sorak sorai mengiringi setiap penampilan, menciptakan suasana yang meriah sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan yang telah terbangun selama pelaksanaan MPLS. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para murid untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian tampil di depan umum, kemampuan bekerja sama, serta mengapresiasi karya teman-temannya.

“Saya senang bisa tampil bersama teman-teman satu gugus. Kegiatan hari ini membuat kami semakin kompak dan lebih percaya diri untuk menunjukkan kemampuan yang kami miliki,” ujar Azka, salah seorang peserta MPLS.

Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa kegiatan MPLS bukan hanya menjadi ajang mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi ruang bagi para murid untuk membangun rasa percaya diri, mempererat kebersamaan, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

Rangkaian kegiatan hari keempat ditutup dengan penuh kegembiraan melalui Unjuk Karya Murid yang sekaligus menjadi penutup seluruh aktivitas pada hari itu. Berbagai pengalaman yang diperoleh sejak pagi memberikan bekal berharga bagi para murid, mulai dari membangun karakter, menjaga kesehatan, peduli terhadap lingkungan, hingga berani menampilkan potensi diri di hadapan orang lain.

Hari keempat MPLS Ramah menjadi bukti bahwa proses pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan budaya hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengembangan potensi diri. Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan menyenangkan, SMA Negeri 1 Candimulyo berharap setiap murid mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, sehat, peduli terhadap lingkungan, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan penuh percaya diri.


📸 Galeri Foto

🔗 Lihat galeri

🎥 Video Highlight

▶️ Tonton video

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *