Simulasi KPU Buka Tahap Persiapan Pemilihan Ketua OSIS di SMAN 1 Candimulyo

SMAN 1 Candimulyo — Rangkaian Projek Kolaboratif “Suara Demokrasi” dengan subtema “Implementasi Hak Individu dalam Pemilihan Ketua OSIS” memasuki tahap persiapan Pemilihan Ketua OSIS, Senin (24/8/2026). Selepas pelaksanaan upacara bendera, siswa kelas X, XI, dan XII mengikuti simulasi pemungutan suara bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang di lapangan sekolah. Kegiatan berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah.

Melalui simulasi tersebut, siswa mendapatkan pengalaman langsung untuk mengenal proses pemungutan suara, mulai dari tahapan pemilihan hingga penggunaan berbagai perlengkapan pemungutan suara seperti bilik dan kotak suara. Kegiatan ini menjadi pengalaman awal bagi siswa sebelum mengikuti pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS di lingkungan sekolah.

Siswa SMAN 1 Candimulyo mengikuti simulasi pemungutan suara bersama KPU Kabupaten Magelang sebagai bagian dari persiapan Pemilihan Ketua OSIS.


Setelah kegiatan bersama KPU Kabupaten Magelang berakhir pada pukul 10.00 WIB, rangkaian Projek “Suara Demokrasi” dilanjutkan oleh siswa kelas X di kelas masing-masing. Kegiatan didampingi oleh bapak dan ibu guru yang mengajar pada jam tersebut, dengan agenda pengerjaan LKPD 1 dan LKPD 2, pembentukan kelompok, serta pembagian peran dalam persiapan Pemilihan Ketua OSIS.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami berbagai nilai dalam demokrasi, seperti kejujuran, tanggung jawab, menghargai perbedaan pilihan, menaati aturan, bekerja sama, dan menggunakan hak suara secara bijak. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi yang dikembangkan melalui praktik Pemilihan Ketua OSIS.

Siswa Kelas X Bersiap Menjadi Penyelenggara

Salah satu bagian penting dalam kegiatan hari ini adalah pembentukan kelompok dan pembagian peran. Siswa kelas X tidak hanya diposisikan sebagai peserta projek, tetapi juga dipersiapkan untuk mengambil peran dalam penyelenggaraan Pemilihan Ketua OSIS.

Tiga kelompok berperan sebagai pendukung masing-masing calon Ketua OSIS nomor urut 1, 2, dan 3. Sementara itu, kelompok lainnya mendapatkan tugas sebagai bagian dari penyelenggara, meliputi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pengawas (Panwas), saksi, petugas dokumentasi, dan petugas keamanan.

Pembagian tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk memahami bahwa sebuah proses demokrasi membutuhkan kerja sama, pembagian tugas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dari berbagai pihak.

Siswa kelas X mengerjakan LKPD dan mempersiapkan pembagian peran dalam Projek “Suara Demokrasi”.

Delapan Kelas X Disiapkan Menjadi TPS

Dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS nantinya, seluruh siswa kelas X, XI, dan XII akan menjadi pemilih. Sementara itu, siswa kelas X yang menjadi peserta Projek “Suara Demokrasi” dipersiapkan untuk menjalankan berbagai tugas sebagai penyelenggara pemilihan.

Pemungutan suara akan dilaksanakan melalui delapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ditempatkan di delapan kelas X. Setiap TPS dirancang memiliki tiga bilik suara, dilengkapi dengan perangkat pendukung lainnya seperti meja presensi, kotak suara, meja tinta, serta petugas yang menjalankan fungsi masing-masing.

Rancangan tersebut menjadi bagian dari persiapan teknis yang dilakukan siswa untuk memastikan proses pemungutan suara dapat berlangsung secara tertib dan terorganisasi.

Denah Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Ketua OSIS. Setiap TPS dirancang dengan tiga bilik suara serta pembagian tugas penyelenggara untuk mendukung kelancaran proses pemungutan suara

Mulai Menyiapkan Atribut Kampanye

Setelah ishoma, kegiatan dilanjutkan dengan pengerjaan LKPD 3. Pada tahap ini, kelompok pendukung calon mulai merancang dan membuat atribut serta alat peraga kampanye. Siswa dapat menuangkan kreativitasnya melalui poster, selebaran, maupun bentuk alat peraga lainnya untuk menyampaikan dukungan kepada calon Ketua OSIS.

Proses tersebut tidak hanya menjadi aktivitas membuat atribut, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar menyampaikan pesan dan gagasan secara kreatif, positif, santun, dan tetap menghargai pilihan orang lain.

Siswa mulai menyiapkan atribut dan alat peraga kampanye sebagai bagian dari Projek “Suara Demokrasi”.

Rangkaian kegiatan Senin ini menjadi tahap penting sebelum siswa memasuki proses kampanye dan debat. Melalui projek tersebut, siswa kelas X tidak hanya mempelajari demokrasi secara teoritis, tetapi mulai mengambil peran, bekerja sama, menjalankan tanggung jawab, dan mempersiapkan proses pemilihan secara langsung.

Projek “Suara Demokrasi” akan berlanjut pada Rabu (26/8/2026) dengan agenda orasi, penyampaian visi dan misi, debat calon Ketua OSIS, serta kampanye terbuka. Tahapan ini menjadi ruang bagi para calon untuk menyampaikan gagasan dan program, sekaligus bagi seluruh siswa untuk belajar menyimak, menilai, menyampaikan pendapat, dan menentukan pilihan secara bertanggung jawab.

Melalui rangkaian Projek “Suara Demokrasi”, SMAN 1 Candimulyo menghadirkan pembelajaran demokrasi melalui pengalaman nyata. Siswa belajar bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi juga tentang mengambil peran, menghargai perbedaan, menjalankan tanggung jawab, dan menjaga proses bersama.

Suara saya, tanggung jawab saya. Belajar berdemokrasi melalui Pemilihan Ketua OSIS.

📷 Lihat Galeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *