Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875
Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875


Candimulyo, Rabu (9/9/2026) – Apel rutin di SMAN 1 Candimulyo kembali dilaksanakan pada Rabu (9/9), diikuti oleh Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Berbeda dari sekadar rutinitas kedinasan, apel kali ini menjadi ruang refleksi tentang sisi manusiawi seorang guru dalam menjalankan amanah mendidik.

Pembina apel, Ahmad Maulana Hanif Faizi, S.Pd., menyampaikan amanat kepada guru dan tenaga kependidikan SMAN 1 Candimulyo dalam apel rutin, Rabu (9/9/2026).
Bertindak sebagai pembina apel, Ahmad Maulana Hanif Faizi, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk menyadari bahwa di balik tuntutan profesionalisme seorang pendidik, terdapat manusia yang juga memiliki rasa lelah, jenuh, dan membutuhkan waktu untuk memulihkan energi.
Menurutnya, menjadi guru memang menuntut seseorang untuk senantiasa menghadirkan semangat bagi peserta didik. Namun, hal tersebut tidak berarti seorang guru harus mengabaikan kondisi dirinya sendiri.
“Lelah bukan berarti tidak profesional. Jenuh bukan berarti tidak ikhlas. Butuh istirahat bukan berarti lemah.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kondisi diri merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas pengabdian. Guru yang mampu mengenali batas dirinya akan lebih siap untuk kembali memberikan energi positif dalam proses pembelajaran dan pendampingan peserta didik.
Dalam amanatnya, Ahmad Maulana Hanif Faizi menggambarkan kondisi tersebut melalui sebuah analogi sederhana. Ketika baterai telepon genggam berada pada kondisi rendah, seseorang akan segera mencari sumber daya untuk mengisinya kembali. Namun, manusia sering kali baru menyadari pentingnya beristirahat ketika energinya sudah benar-benar terkuras.
Karena itu, para guru dan tenaga kependidikan diajak untuk belajar mengisi energi sebelum benar-benar kosong. Menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kebutuhan untuk beristirahat bukanlah bentuk kelemahan, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dalam menjalankan amanah.

Guru dan tenaga kependidikan menyimak amanat pembina apel tentang pentingnya menjaga semangat dan energi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Pesan berikutnya yang tidak kalah penting adalah tentang kepedulian antarsesama. Dalam lingkungan kerja, setiap orang dapat mengalami masa lelah dan jenuh dengan kondisi yang berbeda-beda.
Ahmad Maulana Hanif mengajak seluruh warga sekolah untuk tidak sekadar memahami kondisi rekan kerja, tetapi juga hadir memberikan dukungan ketika dibutuhkan. Bahkan, sebuah pertanyaan sederhana seperti “Ada yang bisa saya bantu?” dapat menjadi bentuk kepedulian yang berarti bagi seseorang yang sedang menghadapi kesulitan.
Semangat saling menguatkan tersebut penting untuk membangun lingkungan kerja yang sehat dan positif. Sekolah bukan hanya tempat untuk menjalankan tugas, tetapi juga ruang bagi seluruh warga sekolah untuk bertumbuh dan saling mendukung.

Peserta apel mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian.
Dalam bagian lain amanatnya, pembina apel mengajak para guru untuk sesekali kembali mengingat alasan ketika pertama kali memilih profesi sebagai pendidik.
Ada yang ingin berbagi ilmu, ada yang ingin melihat peserta didiknya berhasil, dan ada pula yang ingin memberikan sesuatu yang berarti dalam kehidupan orang lain. Alasan-alasan sederhana tersebut dapat menjadi sumber energi ketika semangat mengajar mulai mengalami pasang surut.
Hasil dari proses pendidikan pun tidak selalu dapat terlihat dengan segera. Benih kebaikan yang ditanam seorang guru hari ini mungkin baru menunjukkan hasilnya bertahun-tahun kemudian.
“Tidak semua benih harus kita lihat tumbuh untuk percaya bahwa kebaikan kita berarti.”
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa setiap proses mendidik memiliki nilai, meskipun hasilnya terkadang belum dapat disaksikan secara langsung.

Kebersamaan guru dan tenaga kependidikan SMAN 1 Candimulyo dalam pelaksanaan apel rutin.
Menutup amanatnya, Ahmad Maulana Hanif mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk tetap bekerja dengan sungguh-sungguh, sekaligus tidak melupakan pentingnya menjaga diri.
“Jangan sampai kita begitu sibuk menyalakan cahaya untuk murid, sampai lupa mengisi kembali cahaya di dalam diri kita sendiri.”
Apel rutin ini menjadi pengingat bahwa profesionalisme dan sisi manusiawi seorang guru bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru dengan menjaga energi, saling menguatkan, dan kembali mengingat makna pengabdian, guru dapat terus hadir dengan semangat dalam mendampingi peserta didik.
Guru adalah manusia. Ia bisa lelah, bisa jenuh, tetapi selalu memiliki kesempatan untuk mengisi kembali energi dan melanjutkan pengabdian dengan semangat yang baru.
Melalui apel rutin ini, SMAN 1 Candimulyo terus membangun budaya kerja yang tidak hanya menekankan profesionalisme dan tanggung jawab, tetapi juga kepedulian, kebersamaan, dan saling menguatkan di antara seluruh warga sekolah.