Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875
Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875


SMAN 1 Candimulyo — Rangkaian Projek Kolaboratif “Suara Demokrasi” dengan subtema “Implementasi Hak Individu dalam Pemilihan Ketua OSIS” memasuki tahap penyampaian gagasan, debat, dan kampanye, Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 1 Candimulyo tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII sebagai bagian dari proses pembelajaran demokrasi melalui pengalaman nyata.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB melalui opening ceremony. Kepala SMAN 1 Candimulyo, Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd., memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan secara simbolik melalui pemukulan gong.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan demokrasi di sekolah, agenda diawali dengan pemaparan visi dan misi calon Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Tiga calon menyampaikan gagasan masing-masing di hadapan siswa.
Ketiga calon tersebut adalah Nadia Oktaviana (FD2), Febrian Arya Widyatama (FD2), dan Carissa (FD4).
Pemaparan visi dan misi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal gagasan dan arah kepemimpinan yang ditawarkan para calon.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan Orasi, Penyampaian Visi-Misi, dan Debat Calon Ketua OSIS 2026/2027. Tiga calon yang mengikuti kontestasi adalah:
Ketiga calon mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, serta gagasan yang akan menjadi dasar program mereka apabila memperoleh kepercayaan sebagai Ketua OSIS periode 2026/2027.
Sesi debat memberikan ruang bagi para calon untuk menyampaikan pandangan, merespons pertanyaan, sekaligus menunjukkan kemampuan berkomunikasi dan mempertahankan gagasan di hadapan warga sekolah.
Kegiatan yang melibatkan siswa kelas X, XI, dan XII ini tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian menuju pemilihan Ketua OSIS. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar menggunakan haknya secara bertanggung jawab, menyampaikan pendapat, mendengarkan gagasan orang lain, serta menghargai perbedaan pilihan.
Setelah rangkaian orasi, penyampaian visi-misi, dan debat, kegiatan dijeda pada pukul 10.00 WIB untuk istirahat. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kampanye terbuka.
Masing-masing kelompok pendukung dari ketiga calon Ketua OSIS melakukan kampanye di luar ruangan. Para siswa menyampaikan dukungan sekaligus mengembangkan kreativitas melalui berbagai atribut dan media kampanye yang telah dipersiapkan dalam rangkaian projek sebelumnya.
Kegiatan kampanye menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan cara menyampaikan pesan dan dukungan secara kreatif, sekaligus belajar menjaga sikap dalam sebuah proses demokrasi.
Setelah ishoma, rangkaian kegiatan dilanjutkan di ruang kelas masing-masing. Siswa yang mendapatkan tugas sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tetap berada di kelas untuk mempersiapkan undangan pemungutan suara.
Blangko undangan telah disiapkan oleh OSIS-MPK, sedangkan proses pengisian dan persiapannya dilakukan oleh siswa dengan pendampingan bapak dan ibu guru mata pelajaran yang mengajar di kelas tersebut sesuai jadwal KBM.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju tahapan pemungutan suara. Sebagai peserta Projek “Suara Demokrasi”, siswa kelas X tidak hanya mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga mengambil peran sebagai bagian dari penyelenggara pemilihan.
Sementara itu, siswa yang tidak bertugas sebagai KPPS melanjutkan kegiatan kampanye di dalam ruang kelas masing-masing. Pembagian peran tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai bagaimana sebuah proses demokrasi membutuhkan kerja sama antara peserta, pendukung, penyelenggara, dan pemilih.
Rangkaian kegiatan hari ini merupakan kelanjutan dari simulasi pemungutan suara bersama KPU Kabupaten Magelang pada Senin (24/8/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan kelompok, pembagian peran, serta persiapan atribut kampanye.
Memasuki Kamis (27/8/2026), Projek “Suara Demokrasi” memasuki masa tenang. Siswa kelas XI dan XII mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal, sementara siswa kelas X memusatkan kegiatan pada persiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Setiap kelas X akan menata TPS dengan mengacu pada rancangan tempat pemungutan suara seperti pada pemilu. KPPS akan membagikan undangan pemungutan suara kepada warga sekolah yang memiliki hak pilih serta menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi dan teknis, antara lain daftar hadir, berita acara, tinta, petugas keamanan, tempat duduk saksi, kotak suara, dan bilik suara.
Dengan delapan kelas X yang menjadi bagian dari Projek “Suara Demokrasi”, pemungutan suara nantinya akan dipersiapkan melalui delapan TPS, masing-masing dengan tiga bilik suara. Seluruh persiapan siswa kelas X akan didampingi oleh bapak dan ibu guru mata pelajaran yang mengajar pada jam tersebut sesuai jadwal KBM.
Masa tenang sekaligus menjadi tahap persiapan akhir sebelum pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Ketua OSIS yang akan melibatkan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII sebagai pemilih.
Melalui Projek Kolaboratif “Suara Demokrasi”, SMAN 1 Candimulyo menghadirkan pembelajaran demokrasi melalui pengalaman nyata. Siswa tidak hanya belajar menyampaikan gagasan dan menentukan pilihan, tetapi juga memahami pentingnya tanggung jawab, penghargaan terhadap perbedaan, kerja sama, dan integritas dalam menjalankan proses demokrasi.
Satu suara, satu pilihan, satu tanggung jawab untuk perubahan.