Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875
Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875


Mentari pagi baru saja menghangatkan Lapangan Desa Tegalsari ketika satu per satu siswa SMAN 1 Candimulyo mulai berdatangan. Berbeda dari rutinitas sekolah pada umumnya, pagi itu mereka tidak menuju ruang kelas, melainkan langsung menuju lapangan dari rumah masing-masing. Lebih dari 800 siswa yang terdiri atas kelas X, XI, dan XII mengikuti kegiatan Peningkatan Penguatan Pendidikan Karakter tersebut. Dengan mengenakan seragam olahraga dan topi sekolah, mereka melakukan presensi bersama wali kelas masing-masing sebelum mengikuti rangkaian kegiatan yang akan berlangsung sepanjang hari.
Suasana pagi yang semula dipenuhi obrolan antarteman perlahan berubah menjadi lebih tertib ketika seluruh peserta membentuk barisan di lapangan. Hari itu, mereka tidak hanya datang untuk mengikuti sebuah kegiatan, tetapi juga menjalani pembelajaran kehidupan yang dikemas melalui pengalaman langsung bersama Koramil Candimulyo dan Polsek Candimulyo.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Kepala SMAN 1 Candimulyo, Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd.Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi sekolah, yaitu membentuk insan yang unggul, religius, dan berkarakter.
“Melalui kegiatan ini kami ingin setiap siswa semakin mengenal dirinya, memahami potensi yang dimiliki, kemudian mengembangkannya menjadi kekuatan untuk meraih cita-cita. Nilai-nilai yang dipelajari hari ini hendaknya dapat diterapkan di sekolah, di lingkungan keluarga, maupun di tengah masyarakat,” ujar Tri Lestari Asmorowaty.
Usai apel pembukaan, ratusan siswa bergerak menuju Gedung Serbaguna Desa Tegalsari. Ruangan yang sejak pagi telah dipersiapkan itu seketika dipenuhi semangat belajar. Jika lapangan menjadi saksi dimulainya kegiatan, maka di dalam gedung inilah para siswa mulai menyelami nilai-nilai yang menjadi fondasi pembentukan karakter.
Sesi pertama dipandu oleh personel Koramil Candimulyo melalui materi Bela Negara dan Sikap Nasionalisme. Para siswa diajak memahami bahwa kecintaan kepada tanah air tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar. Disiplin, menghormati guru dan orang tua, menjaga persatuan, serta belajar dengan sungguh-sungguh merupakan bentuk nyata bela negara yang dapat dilakukan oleh setiap pelajar.
“Bela negara dimulai dari diri sendiri. Ketika kalian disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai sesama, sesungguhnya kalian sedang menunjukkan rasa cinta kepada bangsa dan negara,” pesan salah satu personel Koramil Candimulyo kepada para siswa.
Semangat pembelajaran terus berlanjut ketika personel Polsek Candimulyo mengambil alih sesi berikutnya. Melalui materi Penguatan Karakter Remaja, para siswa diajak berdialog mengenai berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, sekaligus memahami pentingnya menjaga pergaulan, menjauhi perilaku menyimpang, dan membangun karakter yang bertanggung jawab.
Masih di dalam Gedung Serbaguna, personel Polsek Candimulyo kemudian mengajak para siswa memahami pentingnya budaya tertib berlalu lintas. Bagi para pelajar, keselamatan di jalan bukan sekadar mematuhi rambu, tetapi juga mencerminkan sikap disiplin, kepedulian, dan penghargaan terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Masa depan kalian ditentukan oleh keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari. Pilihlah lingkungan yang baik, taati aturan, dan jangan pernah mencoba hal-hal yang dapat merusak masa depan,” tutur salah seorang personel Polsek Candimulyo.
Setelah beristirahat sejenak, suasana pembelajaran berpindah kembali ke lapangan. Kini seluruh siswa mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dipandu oleh personel Koramil Candimulyo. Aba-aba yang tegas berpadu dengan semangat para siswa yang berusaha menyamakan langkah dan gerakan.
Di balik latihan yang tampak sederhana itu, para siswa sesungguhnya sedang belajar tentang disiplin, konsentrasi, kerja sama, kepemimpinan, serta kemampuan mengikuti aturan. Sesekali terdengar tawa ketika gerakan belum serempak, namun setiap koreksi dari instruktur disambut dengan antusias sebagai bagian dari proses belajar.
Menjelang berakhirnya kegiatan, suasana berubah menjadi lebih tenang. Seluruh peserta mengikuti sesi renungan dan refleksi, sebuah momen yang mengajak mereka menengok kembali setiap materi yang telah diterima sepanjang hari. Dalam keheningan, siswa diajak merenungkan arti kedisiplinan, tanggung jawab, cinta tanah air, serta komitmen untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Apel penutupan menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan. Satu per satu siswa meninggalkan Lapangan Desa Tegalsari dan kembali ke rumah masing-masing. Langkah mereka mungkin sama seperti ketika datang pada pagi hari, namun harapannya mereka membawa sesuatu yang berbeda—pemahaman baru bahwa karakter yang kuat bukan sekadar diajarkan melalui kata-kata, melainkan dibentuk melalui pengalaman, pembiasaan, dan keberanian untuk terus memperbaiki diri.
Sehari di Tegalsari akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda sekolah. Ia menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hadir di setiap pengalaman yang membentuk sikap, cara berpikir, dan pilihan hidup. Sebab pada akhirnya, prestasi dapat mengantarkan seseorang menuju masa depan, tetapi karakterlah yang akan menentukan bagaimana masa depan itu dijalani.