Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875
Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875


SMAN 1 Candimulyo — Suasana berbeda terasa di lingkungan SMAN 1 Candimulyo pada Jumat pagi, 25 September 2026. Sejak pukul 07.00 WIB, seluruh siswa kelas X, XI, dan XII bersama guru serta karyawan berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti kegiatan Jumat Religi.
Kegiatan yang dipandu oleh Tim Pendidikan Agama Islam (PAI) SMAN 1 Candimulyo tersebut berlangsung hingga pukul 08.30 WIB. Tidak sekadar menjadi agenda rutin, Jumat Religi menjadi ruang bagi warga sekolah untuk sejenak memperkuat nilai-nilai keagamaan sebelum kembali menjalani aktivitas pembelajaran.

Suasana Jumat Religi SMAN 1 Candimulyo yang diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan XII bersama guru dan karyawan di lapangan sekolah, Jumat (25/9/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ahmad Maulana Hanif Faizi, S.Pd., salah satu guru PAI sekaligus anggota Tim PAI SMAN 1 Candimulyo.

Ahmad Maulana Hanif Faizi, S.Pd. membuka rangkaian Jumat Religi SMAN 1 Candimulyo di lapangan sekolah, Jumat (25/9/2026).
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an dan Asmaul Husna yang dipandu oleh Matullah, S.Ag. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat bersama guru serta karyawan yang turut hadir.

Matullah, S.Ag. memandu pembacaan Al-Qur’an dan Asmaul Husna dalam rangkaian kegiatan Jumat Religi SMAN 1 Candimulyo, Jumat (25/9/2026).
Memasuki sesi tausiyah, Lukman Syarif, S.Pd.I. menyampaikan pesan keagamaan mengenai adab salat Jumat dan pentingnya menjaga kewajiban salat.
Dalam penyampaiannya, siswa diajak untuk memahami bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan secara lahiriah, tetapi juga membutuhkan kesadaran, kedisiplinan, dan sikap menghormati ketentuan-ketentuan yang menyertainya.

Lukman Syarif, S.Pd.I. menyampaikan tausiyah tentang adab salat Jumat dan pentingnya menjaga kewajiban salat dalam kegiatan Jumat Religi SMAN 1 Candimulyo, Jumat (25/9/2026).
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para siswa untuk membangun kebiasaan menjaga salat dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui kebiasaan dan perilaku.
Tausiyah berikutnya disampaikan oleh Achmat Nururhuda, S.Pd.I. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswa untuk merefleksikan pentingnya membangun hubungan yang dekat dengan Allah SWT melalui beberapa bentuk amal.

Achmat Nururhuda, S.Pd.I. menyampaikan tausiyah kedua dalam kegiatan Jumat Religi SMAN 1 Candimulyo, dengan mengajak siswa memahami pentingnya berinteraksi dengan Al-Qur’an, menjaga salat, dan berinfak, Jumat (25/9/2026).
Tiga hal yang disampaikan tersebut adalah berinteraksi dengan Al-Qur’an, menjaga salat, dan berinfak. Ketiganya menjadi bagian dari refleksi atas Q.S. Fatir ayat 29, yang menggambarkan amal tersebut sebagai bentuk perdagangan dengan Allah SWT yang tidak pernah mengalami kerugian.
Pesan tersebut menjadi ajakan kepada siswa untuk melihat bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari bagaimana seseorang membangun hubungan dengan Allah SWT dan menghadirkan kepedulian kepada sesama.
Dekat dengan Al-Qur’an membangun pedoman dalam menjalani kehidupan. Menjaga salat melatih kedisiplinan sekaligus memperkuat hubungan spiritual. Sementara itu, berinfak menumbuhkan kepedulian dan kepekaan sosial.
Dengan demikian, ketiga pesan tersebut dapat menjadi bekal sederhana bagi siswa untuk membawa nilai-nilai keagamaan dari kegiatan Jumat Religi ke dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian Jumat Religi kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Achmat Nururhuda, S.Pd.I. Para siswa mengikuti doa bersama dengan khidmat sebelum kegiatan berakhir pada pukul 08.30 WIB.

Achmat Nururhuda, S.Pd.I. memimpin doa sebagai penutup rangkaian kegiatan Jumat Religi SMAN 1 Candimulyo, Jumat (25/9/2026).
Jumat Religi di SMAN 1 Candimulyo menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya positif yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai keagamaan.
Dari lapangan sekolah pada Jumat pagi itu, para siswa diingatkan kembali bahwa ilmu, ibadah, dan kepedulian kepada sesama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik.
Belajar • Berkarya • Bertumbuh.