Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875
Alamat:
Jalan Pisangan Km. 4, Dusun Karen, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kab. Magelang
Telepon: (0293) 3301875


Candimulyo, 28 September 2026 — SMA Negeri 1 Candimulyo menggelar In House Training (IHT) bagi guru dan karyawan dengan tema “Kuat Karakter, Sehat Jiwa, Bahagia Berkarya”, Senin (28/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Kimia SMAN 1 Candimulyo tersebut menjadi momentum penguatan karakter, kesehatan jiwa, serta budaya kerja positif bagi seluruh warga sekolah.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ruang pengembangan kapasitas, tetapi juga sebagai kesempatan bagi guru dan karyawan untuk melakukan refleksi terhadap cara bekerja, berkomunikasi, mengelola emosi, serta menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas di lingkungan sekolah. Melalui tema yang diusung, sekolah berupaya membangun keseimbangan antara profesionalitas dalam bekerja dan kesejahteraan psikologis para pendidik serta tenaga kependidikan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMAN 1 Candimulyo, Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menekankan pentingnya membangun karakter yang kuat sekaligus menjaga kesehatan jiwa dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.
Karakter dan well being menjadi dua hal yang saling berkaitan. Lingkungan kerja yang sehat tidak hanya membutuhkan kompetensi, tetapi juga membutuhkan kemampuan setiap individu untuk mengelola diri, membangun hubungan positif, serta menciptakan suasana kerja yang saling mendukung.

Kepala SMAN 1 Candimulyo, Tri Lestari A, S.Pd., menyampaikan sambutan pada kegiatan In House Training “Kuat Karakter, Sehat Jiwa, Bahagia Berkarya
Dalam penguatan yang disampaikan, produktivitas juga tidak dimaknai sebagai aktivitas tanpa batas. Produktivitas yang sehat membutuhkan fokus, prioritas, dan recovery. Dengan demikian, seseorang dapat bekerja secara optimal tanpa mengabaikan kebutuhan untuk menjaga keseimbangan diri.
Pesan tersebut menjadi penting bagi guru dan karyawan yang setiap hari berhadapan dengan berbagai tugas, tuntutan, serta dinamika di lingkungan sekolah. Kemampuan menentukan prioritas dan mengelola energi menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas agar dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Selanjutnya, kegiatan menghadirkan Aris Gutomo D., S.E., Kasi SMA/SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mengangkat penguatan karakter, nilai-nilai ASN BerAKHLAK, pengelolaan energi psikologis, produktivitas sehat, serta kemampuan mengelola emosi dan respons dalam menghadapi berbagai situasi.

Aris Gutomo D., S.E., Kasi SMA/SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, menyampaikan materi dalam kegiatan In House Training SMAN 1 Candimulyo.
Nilai BerAKHLAK, yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, menjadi salah satu landasan penting dalam membangun budaya kerja yang profesional. Nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dalam konteks sekolah, budaya kerja yang baik dapat tercermin melalui pelayanan kepada peserta didik, komunikasi yang sehat, kemampuan bekerja sama, tanggung jawab terhadap tugas, serta kesiapan untuk beradaptasi dengan perubahan.
Salah satu bagian penting dari materi adalah bagaimana seseorang mengarahkan energi psikologis pada hal-hal yang dapat dikendalikan dan dipengaruhi. Peserta diajak memahami bahwa tidak semua persoalan berada dalam kendali diri. Karena itu, energi sebaiknya diarahkan pada sikap, keputusan, cara berkomunikasi, cara bekerja, dan hal-hal lain yang memang dapat diupayakan.
Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pengelolaan emosi. Emosi dipandang sebagai data, bukan perintah. Artinya, emosi dapat menjadi informasi mengenai kondisi diri, tetapi tidak harus secara otomatis menentukan tindakan seseorang.
Melalui kesadaran tersebut, seseorang dapat mengenali emosi, memahami kebutuhan yang ada di baliknya, kemudian memilih respons yang lebih terukur.
Emosi → Kesadaran → Kebutuhan → Respons Terukur
Pendekatan ini menjadi penting dalam lingkungan kerja yang melibatkan banyak individu dengan karakter, pengalaman, dan cara pandang yang berbeda.
Peserta juga diperkenalkan dengan kerangka P.A.U.S.E sebagai salah satu cara untuk menjeda respons impulsif ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.
P.A.U.S.E terdiri atas Pause, Acknowledge, Understand, Select, dan Execute. Melalui tahapan tersebut, seseorang diajak berhenti sejenak, menyadari apa yang sedang dirasakan, memahami situasi secara lebih objektif, memilih respons yang tepat, kemudian mengambil tindakan.
Dengan memberikan jeda antara suatu peristiwa dan tindakan, seseorang memiliki kesempatan untuk mengubah reaksi impulsif menjadi respons yang lebih konstruktif.
Pembahasan tersebut kemudian diarahkan pada pentingnya refleksi. Pengalaman yang tidak sesuai harapan tidak selalu harus dipandang sebagai kegagalan, tetapi dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki diri dan membangun karakter yang lebih kuat.
Penguatan karakter dalam kegiatan IHT juga memiliki relevansi dengan upaya sekolah membangun budaya yang positif. Guru dan karyawan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, nyaman, dan mendukung proses pendidikan.
Keteladanan dalam bersikap, kemampuan mengelola emosi, komunikasi yang baik, serta kolaborasi antarsesama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya sekolah.
Karakter sejati tidak hanya terlihat ketika keadaan berjalan sesuai harapan. Justru ketika menghadapi tekanan, perubahan, kritik, maupun situasi yang tidak sesuai ekspektasi, karakter seseorang mendapatkan ruang untuk dibuktikan.

Guru dan karyawan SMAN 1 Candimulyo mengikuti rangkaian materi dan penguatan dalam kegiatan In House Training.
Melalui IHT ini, guru dan karyawan diharapkan semakin mampu mengenali kekuatan diri, mengelola energi dan emosi, serta membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih positif. Dengan demikian, produktivitas tidak hanya menghasilkan penyelesaian tugas, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan “Kuat Karakter, Sehat Jiwa, Bahagia Berkarya” menjadi momentum bagi SMAN 1 Candimulyo untuk memperkuat kesadaran bahwa kualitas pendidikan tidak hanya dibangun melalui kurikulum dan pembelajaran, tetapi juga melalui kualitas manusia yang menjalankannya.
Guru dan karyawan yang memiliki karakter kuat, mampu menjaga kesehatan jiwa, serta dapat bekerja secara kolaboratif diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sekolah dan peserta didik.
Pada akhirnya, IHT bukan sekadar kegiatan sehari untuk menerima materi, tetapi menjadi ruang untuk berhenti sejenak, merefleksikan diri, memperkuat karakter, dan kembali berkarya dengan energi yang lebih sehat.
Kuat Karakter, Sehat Jiwa, Bahagia Berkarya.